Minggu, 26 Juli 2020

Monitoring Persiapan BDR Distrik Pariwsri


LAPORAN ‎

KEGIATAN MONITORING PERSIAPAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR)‎

SEKOLAH DASAR (SD) DISTRIK PARIWARI

KABUPATEN FAKFAK

‎2020‎




Dilaksanakan oleh:‎

‎1.‎ Agus Priyono, S.Pd.SD

‎2.‎ Adrian Hindom, S.Pd.SD

Pengawas Sekolah Dasar










DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

PENGAWAS SEKOLAH DASAR

KABUPATEN FAKFAK

PROVINSI PAPUA BARAT

‎2020‎



LAPORAN

HASIL MONITORING PERSIAPAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR)‎

SEKOLAH DASAR (SD) DI DISTRIK PARIWARI KAB. FAKFAK

‎2020‎


A.‎ Dasar ‎

‎1.‎ Keputusan Bersama 4 Menteri  No. 01/KB/2020, 516 Thn 2020, HK.03.01/MenKes/363/2020, ‎dan 440-882 Thn 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran ‎‎2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi ovid 19.‎

‎2.‎ Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak   Nomor : ‎‎800/775/DIKPORA/FF/2020 tentang Penempatan dan Beban Tugas Pengawas Sekolah di ‎Lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak.‎

‎3.‎ Kesepakatan Bersama Pengawas Sekolah Dasar Kabupaten Fakfak tentang Pelaksanaan ‎Monitoring Persiapan Belajar Dari Rumah Tahun Pelajaran 2020/2021.‎


B.‎ Sasaran Monitoring

Sekolah Dasar yang berada di Distrik Pariwari, sbb;‎

‎1.‎ SD Inpres 1 Wagom

‎2.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎3.‎ SD Inpres 3 Wagom

‎4.‎ SD YPPK Piahar

‎5.‎ SD IT Assalam

‎6.‎ SD Inpres Tanam

‎7.‎ SD YPK Kapaurtutin

‎8.‎ SD Inpres Dulan Pokpok

‎9.‎ SD YPPK Torea


C.‎ Pelaksana Monitoring

Pelaksanaan monitoring dilaksanakan oleh 2 Pengawas SD, yaitu;‎

‎1.‎ Adrian Hindom, S.Pd.SD

‎2.‎ Agus Priyono, S.Pd.SD

Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemberitahuan dan  kirim  instrumen melalui ‎WA, dan berkunjung ke sekolah (wawancara dan pengamatan)‎

Sekolah yang dikunjungi :‎

‎1.‎ SD Inpres 1 Wagom

‎2.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎3.‎ SD Inpres 3 Wagom

‎4.‎ SD YPPK Piahar

‎5.‎ SD YPK Kapaurtutin


Sekolah yang mengisi dan mengumpulkan Instrumen ‎

‎1.‎ SD Inpres 1 Wagom

‎2.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎3.‎ SD Inpres 3 Wagom

‎4.‎ SD YPPK Piahar

‎5.‎ SD YPK Kapaurtutin

‎6.‎ SD Inpres Dulanpokpok

‎7.‎ SD YPPK Torea


D.‎ Waktu Monitoring

Kegiatan monitoring dilaksanakan selama 1 Minggu, yang dimulai tanggal 20 s.d. 25 Juli 2020‎


E.‎ Metode Monitoring

‎1.‎ Daring (lewat WA)‎

‎2.‎ Waskun (Pengawas Berkunjung)‎

‎3.‎ Observasi ‎

‎4.‎ Wawancara ‎

‎5.‎ Instrumen ‎


F.‎ Hasil Monitoring

Adapun hasil kegiatan monitoring, sebagai berikut;‎

‎1.‎ Data dari Instrumen ‎

a.‎ SD Inpres 1 Wagom

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada ‎sousinya:‎

Sekolah berusaha terus menerus untuk mendapat informasi, yang selanjutnya mendapat ‎respon positif dari orang tua.‎

Materi diberikan oleh guru lewat WA dan copyan belajar melalui daring dan luring.‎

Melakukan pembelajaran  melalui Program Ibu Pertiwi Memanggil ini merupakan program ‎RRI. Guru secara bergantian mengisi acara dan menyampaikan materi pembelajaran.‎


Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ‎ada ‎sousinya:‎

Alat komunikasi sebagian orang tua yang tidak mendukung

Kuota internet yang terkadang memberatkan.‎


b.‎ SD Inpres 2 Wagom

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) pernyatan 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, ‎dan 9 dengan Ya, dan pernyataan 3, dan 5 dengan Tidak dengan keterangan baru akan ‎dilaksanan. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ‎ada ‎sousinya:‎

Membagikan Buku LKS untuk dikerjakan selama 1 minggu

Siswa mengumpulkan tugas ke guru setiapp hari Jumat dan selanjutnya siswa diberi ‎tugas untuk minggu berikutnya.‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang ‎belum ‎ada ‎sousinya:‎

Siswa banyak yang belum memiliki Hp

Pendapatan orang tua minim dan berkurang saat asa Covid  19‎


c.‎ SD Inpres 3 Wagom

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ‎ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada ‎sousinya:‎

Kepala sekolah dan guru menyiapkan jadwal yang sudah ditetapkan

Guru Wali Kelas dan Bidang study menyiapkan bahan belajar selama satu minggu

Peserta didik mengerjakan tugas sesuai petunjuk dan arahan dari guru


Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ‎ada ‎sousinya:‎

Minimnya fasilitas jaringan atau data internet

Keterbatasan ekonomi, sehingga orang tua dan guru belum memadai fasilitas gadjet. ‎Realitanya data siswa yang memiliki gadjet hanya 20% dan yang 80% tidak memiliki.‎


d.‎ SD YPK Kapaurtutin

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan ‎yang ‎ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ‎ada ‎sousinya:‎

Keterbatasan waktu, medan yang ditempuh, transportasi, keberadaan dan kesiapan ‎siswa.‎


Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang ‎belum ‎ada ‎sousinya:‎

‎Masalah  waktu, kesiapan ‎dari orang tua dan siswa.‎


e.‎ SD  YPPK Torea

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ‎ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada ‎sousinya:‎

Menerapakan Daring terkendala dengan keada orang tua yang belum dapat ‎menyiapkan Hp Android, sehingga diambil kebijakan untuk mengunjungi peserta didik ‎dari rumah ke rumah.‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ‎ada ‎sousinya:‎

Orang tua belum dapat menyiapkan Hp Android


‎2.‎ Data Wawancara saat berkunjung

a.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎2 guru yang rumahnya di kompleks sekolah‎

Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan membagi buku seminggu sekali dan hari ‎sabtu mengumpulkan.‎

Ibu Kepala Sekolah

Siswa belum memiliki Hp Android sehingga BDR Daring tidak bisa dilaksanakan, namun ‎dicarikan solusinya dengan guru berkunjung ke rumah siswa


b.‎ SD Inpres 3 Wagom

Sekolah melakukan memiliki perangkat pendukung IT, namun siswa banyak yang tidak ‎memiliki dan jaringan juga kurang mendukung atau Lola (Loding lama) sehingga melakukan ‎kesepakatan dengan orangtua melakukan pemantauan ke rumah untuk menjelaskan materi ‎dan tugas. Sekolah melakukan kombinasi dengan WA untuk siswa yang memiliki Hp, ‎pemantauan bagi siswa yang tidak memiliki Hp dan datang ke sekolah untuk ‎mengumpulkan tugas dan materi . ‎


c.‎ SD YPPK Piahar

Sekolah menyampaikan informasi, berdialog dan evaluasi kegiatan BDR ke orangtua , dan ‎menghasilkan kesepakatan kombinasi Daring dan Luring. Sekolah mengambil kebijakan ‎pemmberian materi dan tugas dengan guru membuat Modul pembelajaran dan siswa kelas ‎‎1 masuk dibagi 2 kelompok dengan diselangseling harinya (Senin kelompok 1 dan Selasa ‎kelompok 2, dst.)‎


d.‎ SD Inpres 1 Wagom

Sekolah mengkomunikasikan kegiatan BDR dan menerima masukan dari orangtua. Sekolah ‎membuat LKS dan mengantar ke siswa bila ada yang pesan, guru membuat video ‎pembelajaran utk menjelaskan materi dan tugas, guru berkunjung ke rumah siswa ‎mengikuti program Ibu Pertiwi Memanggil yang dilaksanakan RRI Fakfak.‎


e.‎ SD YPK Kapaurtutin

Sekolah mengkomunikasikan dan menerima masukan dari orngtua, dengan kesepakatan ‎siswa datang mengambil dan mengumpulkan tugas secara bergiliran. Berencana membuat ‎modul/lks, karena memang bagus daripada membagi buku paket.‎


f.‎ SD Inpres Tanama

Sekolah masih libur, merencanakan pertemuan dengan orangtua untuk membahas ‎pembelajaran di sekolah dengan pengaturan jadwal masuk.‎


G.‎ Kesimpulan ‎

Sesuai hasil data instrumen dan wawancara sekolah sudah melakukan persiapan BDR sesuai ‎kemampuan dan kondisi warga sekolah. ‎

Hal-hal yang sudah dilakukan:‎

‎1.‎ Kordinasi dengan orngtua

‎2.‎ Persiapan BDR

‎3.‎ Pembuatan Modul

‎4.‎ Pembuatan LKS

‎5.‎ Melalui RRI

‎6.‎ Kombinasi Daring/Luring


Hal-hal yang belum dilakukan:‎

‎1.‎ Ada sekolah yang masih monoton dalam melaksanakan kegiatan BDR.‎

‎2.‎ Masih ada kendala-kendala  fasilitas yang belum ada solusinya, Seperti Hp, Jaringan dan Kuaota ‎data.‎

‎3.‎ Kemampuan Kepala sekolah dan guru masih ada yang belum dikembangkan.‎


Saran :‎

‎1.‎ Sekolah mencari solusi terbaik menghadapi kendala-kendala dialami dengan cara ‎mengkordinasikan dengan guru, orangtua dan pihak terkait.‎

‎2.‎ Guru harus melaksanakan tugasnya sesuai kemampuan, berkreatif dan inovasi, serta optimis ‎terhadap perubahan-perubahan regulasi.‎

‎3.‎ Pihak terkait untuk lebih memperhatikan dan memberikan pertimbangan/solusi kepada sekolah ‎untuk melakukan perubahan sesuai regulasi dan kemampuan sekolah.‎

‎4.‎ Orangtua peserta didik agar berpikir positif terhadap kebijakan sekolah dan pemerintah, ‎sehingga meningkatkan kemampuan belajar siswa/anaknya.‎


Terlampir ;‎

‎1.‎ Dokumen instrumen

‎2.‎ Rekaman wawancara

‎3.‎ Foto kegiatan


Demikian laporan kegiatan Monitoring Persiapan Belajar Dari Rumah (BDR) di Distrik Pariwari, mohon ‎masukan dan terimakasih.‎


Fakfak, 28 Juli 2020‎

Pengawas Sekolah





Adrian Hindom, S.Pd.SD Agus Priyono, S.Pd.SD

NIP. 19610106 198510 1 001‎ NIP. 19690803 199602 1 002‎


Mengetahui

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. Fakfak




HERMANTO HOBROUW, S.Pd, M.Pd

NIP. 19650430 198610 1 005‎









LAMPIRAN





























SD INPRES 1 WAGOM

             

               


 SD INPRES 2 WAGOM 

      

     

 

SD INPRES 2 WAGOM

  


‎    SD YPPK PIAHAR  ‎

  

  


SD YPK KAPAUTUTIN





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Metode Pembelajaran Masa Covid 19

METODE PEMBELAJARAN DIMASA PANDEMI COVID 19 1. Strategi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas PTM terbatas dapat dilakukan jika mendapat...