
LAPORAN
KEGIATAN MONITORING PERSIAPAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR)
SEKOLAH DASAR (SD) DISTRIK PARIWARI
KABUPATEN FAKFAK
2020
Dilaksanakan oleh:
1. Agus Priyono, S.Pd.SD
2. Adrian Hindom, S.Pd.SD
Pengawas Sekolah Dasar
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
PENGAWAS SEKOLAH DASAR
KABUPATEN FAKFAK
PROVINSI PAPUA BARAT
2020
LAPORAN
HASIL MONITORING PERSIAPAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR)
SEKOLAH DASAR (SD) DI DISTRIK PARIWARI KAB. FAKFAK
2020
A. Dasar
1. Keputusan Bersama 4 Menteri No. 01/KB/2020, 516 Thn 2020, HK.03.01/MenKes/363/2020, dan 440-882 Thn 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi ovid 19.
2. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak Nomor : 800/775/DIKPORA/FF/2020 tentang Penempatan dan Beban Tugas Pengawas Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak.
3. Kesepakatan Bersama Pengawas Sekolah Dasar Kabupaten Fakfak tentang Pelaksanaan Monitoring Persiapan Belajar Dari Rumah Tahun Pelajaran 2020/2021.
B. Sasaran Monitoring
Sekolah Dasar yang berada di Distrik Pariwari, sbb;
1. SD Inpres 1 Wagom
2. SD Inpres 2 Wagom
3. SD Inpres 3 Wagom
4. SD YPPK Piahar
5. SD IT Assalam
6. SD Inpres Tanam
7. SD YPK Kapaurtutin
8. SD Inpres Dulan Pokpok
9. SD YPPK Torea
C. Pelaksana Monitoring
Pelaksanaan monitoring dilaksanakan oleh 2 Pengawas SD, yaitu;
1. Adrian Hindom, S.Pd.SD
2. Agus Priyono, S.Pd.SD
Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemberitahuan dan kirim instrumen melalui WA, dan berkunjung ke sekolah (wawancara dan pengamatan)
Sekolah yang dikunjungi :
1. SD Inpres 1 Wagom
2. SD Inpres 2 Wagom
3. SD Inpres 3 Wagom
4. SD YPPK Piahar
5. SD YPK Kapaurtutin
Sekolah yang mengisi dan mengumpulkan Instrumen
1. SD Inpres 1 Wagom
2. SD Inpres 2 Wagom
3. SD Inpres 3 Wagom
4. SD YPPK Piahar
5. SD YPK Kapaurtutin
6. SD Inpres Dulanpokpok
7. SD YPPK Torea
D. Waktu Monitoring
Kegiatan monitoring dilaksanakan selama 1 Minggu, yang dimulai tanggal 20 s.d. 25 Juli 2020
E. Metode Monitoring
1. Daring (lewat WA)
2. Waskun (Pengawas Berkunjung)
3. Observasi
4. Wawancara
5. Instrumen
F. Hasil Monitoring
Adapun hasil kegiatan monitoring, sebagai berikut;
1. Data dari Instrumen
a. SD Inpres 1 Wagom
Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ada dengan Ya. Selanjutnya di catatan;
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada sousinya:
• Sekolah berusaha terus menerus untuk mendapat informasi, yang selanjutnya mendapat respon positif dari orang tua.
• Materi diberikan oleh guru lewat WA dan copyan belajar melalui daring dan luring.
• Melakukan pembelajaran melalui Program Ibu Pertiwi Memanggil ini merupakan program RRI. Guru secara bergantian mengisi acara dan menyampaikan materi pembelajaran.
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ada sousinya:
• Alat komunikasi sebagian orang tua yang tidak mendukung
• Kuota internet yang terkadang memberatkan.
b. SD Inpres 2 Wagom
Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) pernyatan 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 dengan Ya, dan pernyataan 3, dan 5 dengan Tidak dengan keterangan baru akan dilaksanan. Selanjutnya di catatan;
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada sousinya:
• Membagikan Buku LKS untuk dikerjakan selama 1 minggu
• Siswa mengumpulkan tugas ke guru setiapp hari Jumat dan selanjutnya siswa diberi tugas untuk minggu berikutnya.
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ada sousinya:
• Siswa banyak yang belum memiliki Hp
• Pendapatan orang tua minim dan berkurang saat asa Covid 19
c. SD Inpres 3 Wagom
Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ada dengan Ya. Selanjutnya di catatan;
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada sousinya:
• Kepala sekolah dan guru menyiapkan jadwal yang sudah ditetapkan
• Guru Wali Kelas dan Bidang study menyiapkan bahan belajar selama satu minggu
• Peserta didik mengerjakan tugas sesuai petunjuk dan arahan dari guru
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ada sousinya:
• Minimnya fasilitas jaringan atau data internet
• Keterbatasan ekonomi, sehingga orang tua dan guru belum memadai fasilitas gadjet. Realitanya data siswa yang memiliki gadjet hanya 20% dan yang 80% tidak memiliki.
d. SD YPK Kapaurtutin
Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ada dengan Ya. Selanjutnya di catatan;
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada sousinya:
• Keterbatasan waktu, medan yang ditempuh, transportasi, keberadaan dan kesiapan siswa.
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ada sousinya:
• Masalah waktu, kesiapan dari orang tua dan siswa.
e. SD YPPK Torea
Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ada dengan Ya. Selanjutnya di catatan;
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada sousinya:
• Menerapakan Daring terkendala dengan keada orang tua yang belum dapat menyiapkan Hp Android, sehingga diambil kebijakan untuk mengunjungi peserta didik dari rumah ke rumah.
Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ada sousinya:
• Orang tua belum dapat menyiapkan Hp Android
2. Data Wawancara saat berkunjung
a. SD Inpres 2 Wagom
2 guru yang rumahnya di kompleks sekolah
Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan membagi buku seminggu sekali dan hari sabtu mengumpulkan.
Ibu Kepala Sekolah
Siswa belum memiliki Hp Android sehingga BDR Daring tidak bisa dilaksanakan, namun dicarikan solusinya dengan guru berkunjung ke rumah siswa
b. SD Inpres 3 Wagom
Sekolah melakukan memiliki perangkat pendukung IT, namun siswa banyak yang tidak memiliki dan jaringan juga kurang mendukung atau Lola (Loding lama) sehingga melakukan kesepakatan dengan orangtua melakukan pemantauan ke rumah untuk menjelaskan materi dan tugas. Sekolah melakukan kombinasi dengan WA untuk siswa yang memiliki Hp, pemantauan bagi siswa yang tidak memiliki Hp dan datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas dan materi .
c. SD YPPK Piahar
Sekolah menyampaikan informasi, berdialog dan evaluasi kegiatan BDR ke orangtua , dan menghasilkan kesepakatan kombinasi Daring dan Luring. Sekolah mengambil kebijakan pemmberian materi dan tugas dengan guru membuat Modul pembelajaran dan siswa kelas 1 masuk dibagi 2 kelompok dengan diselangseling harinya (Senin kelompok 1 dan Selasa kelompok 2, dst.)
d. SD Inpres 1 Wagom
Sekolah mengkomunikasikan kegiatan BDR dan menerima masukan dari orangtua. Sekolah membuat LKS dan mengantar ke siswa bila ada yang pesan, guru membuat video pembelajaran utk menjelaskan materi dan tugas, guru berkunjung ke rumah siswa mengikuti program Ibu Pertiwi Memanggil yang dilaksanakan RRI Fakfak.
e. SD YPK Kapaurtutin
Sekolah mengkomunikasikan dan menerima masukan dari orngtua, dengan kesepakatan siswa datang mengambil dan mengumpulkan tugas secara bergiliran. Berencana membuat modul/lks, karena memang bagus daripada membagi buku paket.
f. SD Inpres Tanama
Sekolah masih libur, merencanakan pertemuan dengan orangtua untuk membahas pembelajaran di sekolah dengan pengaturan jadwal masuk.
G. Kesimpulan
Sesuai hasil data instrumen dan wawancara sekolah sudah melakukan persiapan BDR sesuai kemampuan dan kondisi warga sekolah.
Hal-hal yang sudah dilakukan:
1. Kordinasi dengan orngtua
2. Persiapan BDR
3. Pembuatan Modul
4. Pembuatan LKS
5. Melalui RRI
6. Kombinasi Daring/Luring
Hal-hal yang belum dilakukan:
1. Ada sekolah yang masih monoton dalam melaksanakan kegiatan BDR.
2. Masih ada kendala-kendala fasilitas yang belum ada solusinya, Seperti Hp, Jaringan dan Kuaota data.
3. Kemampuan Kepala sekolah dan guru masih ada yang belum dikembangkan.
Saran :
1. Sekolah mencari solusi terbaik menghadapi kendala-kendala dialami dengan cara mengkordinasikan dengan guru, orangtua dan pihak terkait.
2. Guru harus melaksanakan tugasnya sesuai kemampuan, berkreatif dan inovasi, serta optimis terhadap perubahan-perubahan regulasi.
3. Pihak terkait untuk lebih memperhatikan dan memberikan pertimbangan/solusi kepada sekolah untuk melakukan perubahan sesuai regulasi dan kemampuan sekolah.
4. Orangtua peserta didik agar berpikir positif terhadap kebijakan sekolah dan pemerintah, sehingga meningkatkan kemampuan belajar siswa/anaknya.
Terlampir ;
1. Dokumen instrumen
2. Rekaman wawancara
3. Foto kegiatan
Demikian laporan kegiatan Monitoring Persiapan Belajar Dari Rumah (BDR) di Distrik Pariwari, mohon masukan dan terimakasih.
Fakfak, 28 Juli 2020
Pengawas Sekolah
Adrian Hindom, S.Pd.SD Agus Priyono, S.Pd.SD
NIP. 19610106 198510 1 001 NIP. 19690803 199602 1 002
Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. Fakfak
HERMANTO HOBROUW, S.Pd, M.Pd
NIP. 19650430 198610 1 005
LAMPIRAN
SD INPRES 1 WAGOM

SD INPRES 2 WAGOM

SD INPRES 2 WAGOM



SD YPPK PIAHAR


SD YPK KAPAUTUTIN



