Rabu, 05 Januari 2022

Metode Pembelajaran Masa Covid 19

METODE PEMBELAJARAN DIMASA PANDEMI COVID 19

1. Strategi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

PTM terbatas dapat dilakukan jika mendapatkan izin dari orang tua atau wali siswa. Guru dapat menerapkan empat metode pembelajaran, yaitu:

1) Praktik: 

Menerapkan suatu pemahaman dalam bentuk tindakan nyata untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.

2) Diskusi: 

Mencari solusi atau jawaban terhadap suatu pertanyaan yang diberikan dalam kelompok untuk mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik.

3) Refleksi: 

Mengenali, menandai dan menilai upaya dan capaian belajar yang telah dicapai untuk menentukan langkah perbaikan/pengembangan selanjutnya. Refleksi bisa dilakukan dalam antar peserta didik berpasangan, berkelompok, maupun bersama dalam kelas.

4) Umpan Balik: 

Memberikan umpan balik terhadap hasil pengerjaan tugas peserta didik dengan tujuan peserta didik mengetahui bagian mana yang sudah dikerjakan.


2. Strategi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Dalam Pembelajaran Jarak Jauh, guru harus dapat memanfaatkan teknologi yang interaktif. Berikut metode pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar:

1) Teknologi pembelajaran:

Penggunaan teknologi sistematis dan kompleks dalam mengelola pembelajaran yang sering kali membutuhkan perangkat dan sumber daya tertentu.

2) Teknologi interaktif: 

Penggunaan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh terutama dalam mengembangkan interaksi guru dan peserta didik.

3) Teknologi komunikasi satu arah (radio & televisi): 

Penggunaan teknologi yang cenderung satu arah sebagai media belajar bagi peserta didik.

4) Guru kunjung: 

Penggunaan teknologi yang paling lemah di mana guru mengunjungi rumah atau lokasi di tempat tinggal peserta didik untuk memandu pembelajaran.

Pada pelaksanaan PJJ, terdapat strategi lain yang bisa diterapkan oleh para guru untuk memfokuskan pada pembelajaran mandiri dan kolaborasi, berikut metode pembelajarannya:

1) Pembelajaran mandiri (self paced): 

Pemberian video, bahan bacaan, atau sumber belajar lain yang dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta didik.

2) Tugas kontekstual (observasi, wawancara, dll.): 

Pemberian tugas yang terkait dengan persoalan, potensi dan narasumber yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal peserta didik.

3) Tugas kolaborasi (proyek, tugas kelompok, dll.): 

Pemberian tugas kepada sekelompok peserta didik untuk mengerjakan proyek atau tugas yang membutuhkan sebuah kolaborasi dalam penyelesaiannya.

4) Refleksi personal: 

Mengenali, menandai, dan menilai upaya dan capaian belajar yang telah dicapai untuk menentukan langkah perbaikan/ pengembangan selanjutnya. Refleksi dilakukan secara personal dengan pemberian pertanyaan reflektif yang diberikan guru kepada peserta didik.

Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan maksimal baik secara tatap muka maupun daring, pihak sekolah harus dapat memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar seperti menyediakan fasilitas kesehatan hingga alat pembelajaran mulai dari laptop dan lainnya.



Rabu, 05 Agustus 2020

Sosialisasi PBM Tahun 2020/2021 Secara Daring (Google Meet)
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga
Kabupaten Fakfak

            Kegiatan Sosialisasi PBM ini memberikan informasi Regulasi untuk kegiatan pembelajaran di sekolah dasar dan sekolah menegah pertama negeri/swasta. Adapun Regulasi tersebut adalah Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan pembelajaran di masa Covid 19, Surat Rekomendasi Bupati Fakfak tentang PBM, dan Surat KaDis Kesehatan Kab. Fakfak tentang Data Sebaran Covid 19 Kab. Fakfak.


PENGAWAS BERKUNJUNG (WASKUN)

SD YAPIS MERAPI FAKFAK

 

Masa Darurat Covid 19 dan New Normal yang bertepatan pada awal tahun pelajaran 2020/2021 diharuskan semua  insan pendidik dan tenaga kependidikan agar melaksanakan kegiatan pendidikan sesuai regulasi yang berlaku. Adapun regulasi yang ada sebagai berikut; Surat Keputusan Bersama 4 Menteri No. 01/KB/2O2O, No. 516 Thn 2O2O, No. HK.03.0 1 /Menkes / 363 I/2O2O, dan No. 440-842 Thn 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2o2o/2o21 Dan Tahun Akademik 2o2o/2o21 Di Masa Pandemi Corona Virus Desase2019 (Covid-19), Surat Rekomendasi Bupati Fakfak No. 420/1588/BUP/2020 perihal Rekomendasi Pelaksanaan PBM dan Surat Kepala Dinas Kesehatan Fakfak No. 442.1/197/DK-FF/VII/2020 perihal Data Sebaran Covid 19 Kabupaten Fakfak.

Sejalan dengan program kepengawasan satuan pendidikan maka Pengawas Sekolah melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah binaan. Dalam rangka melihat kesiapan pelaksana Proses Belajar Mengajar (PBM) dan memberikan motivasi atau masukan kepada kepala sekolah, dewan guru dan tenaga administrasi.

Program Pengawas Berkunjung (Waskun) yang di awal bulan Agustus 2020 (05-08-2020) melakukan kunjungan di SD Yapis Merapi Fakfak. Bertepatan dengan adanya perbedaan persepsi atau pemahaman terhadap hasil Sosialisasi Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar yang adakan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) dan Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta dibantu oleh Pengawas Sekolah pada tanggal 04 Agustus 2020 melalui daring aplikasi google Meet.

Kegiatan Waskun di SD Yapis Merapi Fakfak dengan pola berdiskusi dan sharing tentang Pembelajaran Daring sesuai regulasi.

Adapun hasil temuan :

1.      Ada seorang guru yang masih bingung dan belum tahu cara menggunakan aplikasi daring dan minta diadakan pelatihan.

2.      Ada seorang guru yang sudah bisa menggunakan beberapa aplikasi daring (Zoom, Meet) dan siap untuk membantu teman guru menggunakan aplikasi daring.

3.      Ada dua guru yang mulai belajar menggunakan aplikasi daring (Meet).

4.      Ada dua guru yang malu menyampaikan kemampuan dalam menggunakan aplikasi daring.

5.      Masih ada guru yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi masih binggung.

6.      Kepala sekolah masih bingung akan pelaksanaan pembelajaran daring.

7.      Adanya masalah pada siswa dan orangtua yang tidak memiliki sarana penunjang belajar daring. (Hp, pulsa, aplikasi)

8.      Guru kelas rendah yang siswanya belum bisa calistung.

9.      Sekolah memiliki jaringan internet berupa Indihome.

10.  Program pembelian pulsa tidak masuk dalam RKAS yang telah dibuat.

11.  Kepala sekolah dan dewan guru aktif melaksanakan tugas.

12.  Rombongan belajar berjumlah sembilan (9) dan guru kelas berjumlah lima belas (15) dan guru Pendidikan Agama Islam berjumlah dua (2).

Dari temuan diatas dilakukan diskusi dan masukan dari Pengawas, Kepala sekolah dan dewan guru telah menyepakati hasil sebagai berikut :

1.      Akan melakukan pendataan terhadap kesiapan guru, peserta didik dan orangtua kaitannya sarana pembelajaran daring.

2.      Tim guru kelas yang telah dibentuk akan lebih kreatif dan inovatif serta bekerja sama menyukseskan pembelajaran daring.

3.      Menyusun program pembelajaran daring melalui diskusi Tim guru kelas.

4.      Sekolah akan melakukan kordinasi dan komunikasi dengan pihak orang tua dan pihak yang terkait dengan pendidikan.

5.      Akan diadakan pelatihan penggunaan aplikasi daring oleh guru yang mampu menggunakan aplikasi daring.

6.      Tim Guru Kelas akan melakukan pendampingan secara bergilir kepada siswa dalam menggunakan aplikasi daring dan selanjutnya tidak didampingi lagi bila sudah bisa menggunakan aplikasi daring.

7.      Persepsi atau pemahaman tentang pembelajar daring sudah jelas.

8.      Program pembelian pulsa akan dimasukkan dalam RKAS perubahan.

9.      Guru kelas rendah yang siswanya belum bisa calistung akan melakukan pendampingan dengan secara berkelompok dengan metode sesuai dan sekaligus mempersiapkan siswa bisa belajar daring.

10.  Kelebihan guru kelas dan guru PAI, kepala sekolah sudah memberitahu dan memberi saran agar guru bisa ajukan pindah di sekolah yang kekurangan guru.

          Dari data tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap permasalah atau kendala yang terjadi bila didiskusikan secara komunikatif, menyenangkan dan kesadaran untuk melakukan perubahan-perubahan dalam rangka meningkat kualitas pembelajaran, pasti ada solusinya. Apapun yang diusulkan oleh dewan guru, seyogyanya berpikir positif dan realitis. Sehingga tidak akan terjadi saling adu argumentasi yang sebenarnya memang akan berbeda sesuai kemampuan masing-masing guru. Disinilah akan terjadi apa yang diharapkan oleh semua pihak yang pada akhirnya proses pelayanan pendidikan di sekolah akan berjalan dengan baik dan meningkatkan kompetensi peserta didik, guru, kepala sekolah dan tenaga administari serta orang tua siswa akan senang dan puas.

          Demikian hasil Pengawas Berkunjung (Waskun) ke SD Yapis Merapi Fakfak yang dibuat untuk selanjutnya sebagai bahan atau data dalam peningkatan kualitas pendidikan di SD Yapis Merapi Fakfak khususnya dan Kabupaten Fakfak tercinta ini. Mohon saran dan masukan dari semua pihak, agar kegiatan Pengawas Berkunjung (Waskun) lebih baik lagi dan terimakasih.

 

          Mengetahui                                           Fakfak, 05 Agustus 2020

Kordinator Pengawas SD                                Pengawas SD Distrik Fakfak Tengah

 

 

ADRIAN HINDOM, S.Pd.SD                            AGUS PRIYONO, S.Pd.SD

NIP. 19610106 198510 1 001                          NIP. 19690803 199602 1 002


NB: Lampiran Foto Kegiatan



 



 


Minggu, 26 Juli 2020


Model dan Strategi Pengawas di Masa Pandemi Covid 19


Monitoring Persiapan BDR Distrik Pariwsri


LAPORAN ‎

KEGIATAN MONITORING PERSIAPAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR)‎

SEKOLAH DASAR (SD) DISTRIK PARIWARI

KABUPATEN FAKFAK

‎2020‎




Dilaksanakan oleh:‎

‎1.‎ Agus Priyono, S.Pd.SD

‎2.‎ Adrian Hindom, S.Pd.SD

Pengawas Sekolah Dasar










DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

PENGAWAS SEKOLAH DASAR

KABUPATEN FAKFAK

PROVINSI PAPUA BARAT

‎2020‎



LAPORAN

HASIL MONITORING PERSIAPAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR)‎

SEKOLAH DASAR (SD) DI DISTRIK PARIWARI KAB. FAKFAK

‎2020‎


A.‎ Dasar ‎

‎1.‎ Keputusan Bersama 4 Menteri  No. 01/KB/2020, 516 Thn 2020, HK.03.01/MenKes/363/2020, ‎dan 440-882 Thn 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran ‎‎2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi ovid 19.‎

‎2.‎ Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak   Nomor : ‎‎800/775/DIKPORA/FF/2020 tentang Penempatan dan Beban Tugas Pengawas Sekolah di ‎Lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak.‎

‎3.‎ Kesepakatan Bersama Pengawas Sekolah Dasar Kabupaten Fakfak tentang Pelaksanaan ‎Monitoring Persiapan Belajar Dari Rumah Tahun Pelajaran 2020/2021.‎


B.‎ Sasaran Monitoring

Sekolah Dasar yang berada di Distrik Pariwari, sbb;‎

‎1.‎ SD Inpres 1 Wagom

‎2.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎3.‎ SD Inpres 3 Wagom

‎4.‎ SD YPPK Piahar

‎5.‎ SD IT Assalam

‎6.‎ SD Inpres Tanam

‎7.‎ SD YPK Kapaurtutin

‎8.‎ SD Inpres Dulan Pokpok

‎9.‎ SD YPPK Torea


C.‎ Pelaksana Monitoring

Pelaksanaan monitoring dilaksanakan oleh 2 Pengawas SD, yaitu;‎

‎1.‎ Adrian Hindom, S.Pd.SD

‎2.‎ Agus Priyono, S.Pd.SD

Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemberitahuan dan  kirim  instrumen melalui ‎WA, dan berkunjung ke sekolah (wawancara dan pengamatan)‎

Sekolah yang dikunjungi :‎

‎1.‎ SD Inpres 1 Wagom

‎2.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎3.‎ SD Inpres 3 Wagom

‎4.‎ SD YPPK Piahar

‎5.‎ SD YPK Kapaurtutin


Sekolah yang mengisi dan mengumpulkan Instrumen ‎

‎1.‎ SD Inpres 1 Wagom

‎2.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎3.‎ SD Inpres 3 Wagom

‎4.‎ SD YPPK Piahar

‎5.‎ SD YPK Kapaurtutin

‎6.‎ SD Inpres Dulanpokpok

‎7.‎ SD YPPK Torea


D.‎ Waktu Monitoring

Kegiatan monitoring dilaksanakan selama 1 Minggu, yang dimulai tanggal 20 s.d. 25 Juli 2020‎


E.‎ Metode Monitoring

‎1.‎ Daring (lewat WA)‎

‎2.‎ Waskun (Pengawas Berkunjung)‎

‎3.‎ Observasi ‎

‎4.‎ Wawancara ‎

‎5.‎ Instrumen ‎


F.‎ Hasil Monitoring

Adapun hasil kegiatan monitoring, sebagai berikut;‎

‎1.‎ Data dari Instrumen ‎

a.‎ SD Inpres 1 Wagom

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada ‎sousinya:‎

Sekolah berusaha terus menerus untuk mendapat informasi, yang selanjutnya mendapat ‎respon positif dari orang tua.‎

Materi diberikan oleh guru lewat WA dan copyan belajar melalui daring dan luring.‎

Melakukan pembelajaran  melalui Program Ibu Pertiwi Memanggil ini merupakan program ‎RRI. Guru secara bergantian mengisi acara dan menyampaikan materi pembelajaran.‎


Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ‎ada ‎sousinya:‎

Alat komunikasi sebagian orang tua yang tidak mendukung

Kuota internet yang terkadang memberatkan.‎


b.‎ SD Inpres 2 Wagom

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) pernyatan 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, ‎dan 9 dengan Ya, dan pernyataan 3, dan 5 dengan Tidak dengan keterangan baru akan ‎dilaksanan. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ‎ada ‎sousinya:‎

Membagikan Buku LKS untuk dikerjakan selama 1 minggu

Siswa mengumpulkan tugas ke guru setiapp hari Jumat dan selanjutnya siswa diberi ‎tugas untuk minggu berikutnya.‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang ‎belum ‎ada ‎sousinya:‎

Siswa banyak yang belum memiliki Hp

Pendapatan orang tua minim dan berkurang saat asa Covid  19‎


c.‎ SD Inpres 3 Wagom

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ‎ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada ‎sousinya:‎

Kepala sekolah dan guru menyiapkan jadwal yang sudah ditetapkan

Guru Wali Kelas dan Bidang study menyiapkan bahan belajar selama satu minggu

Peserta didik mengerjakan tugas sesuai petunjuk dan arahan dari guru


Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ‎ada ‎sousinya:‎

Minimnya fasilitas jaringan atau data internet

Keterbatasan ekonomi, sehingga orang tua dan guru belum memadai fasilitas gadjet. ‎Realitanya data siswa yang memiliki gadjet hanya 20% dan yang 80% tidak memiliki.‎


d.‎ SD YPK Kapaurtutin

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan ‎yang ‎ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ‎ada ‎sousinya:‎

Keterbatasan waktu, medan yang ditempuh, transportasi, keberadaan dan kesiapan ‎siswa.‎


Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang ‎belum ‎ada ‎sousinya:‎

‎Masalah  waktu, kesiapan ‎dari orang tua dan siswa.‎


e.‎ SD  YPPK Torea

Sekolah ini mengisi instrumen yang diberikan dengan menyetang (√) semua pernyatan yang ‎ada ‎dengan Ya. Selanjutnya di catatan; ‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang sudah ada ‎sousinya:‎

Menerapakan Daring terkendala dengan keada orang tua yang belum dapat ‎menyiapkan Hp Android, sehingga diambil kebijakan untuk mengunjungi peserta didik ‎dari rumah ke rumah.‎

Kendala-kendala yang dialami Kepala Sekolah, guru dan peserta didik yang belum ‎ada ‎sousinya:‎

Orang tua belum dapat menyiapkan Hp Android


‎2.‎ Data Wawancara saat berkunjung

a.‎ SD Inpres 2 Wagom

‎2 guru yang rumahnya di kompleks sekolah‎

Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan membagi buku seminggu sekali dan hari ‎sabtu mengumpulkan.‎

Ibu Kepala Sekolah

Siswa belum memiliki Hp Android sehingga BDR Daring tidak bisa dilaksanakan, namun ‎dicarikan solusinya dengan guru berkunjung ke rumah siswa


b.‎ SD Inpres 3 Wagom

Sekolah melakukan memiliki perangkat pendukung IT, namun siswa banyak yang tidak ‎memiliki dan jaringan juga kurang mendukung atau Lola (Loding lama) sehingga melakukan ‎kesepakatan dengan orangtua melakukan pemantauan ke rumah untuk menjelaskan materi ‎dan tugas. Sekolah melakukan kombinasi dengan WA untuk siswa yang memiliki Hp, ‎pemantauan bagi siswa yang tidak memiliki Hp dan datang ke sekolah untuk ‎mengumpulkan tugas dan materi . ‎


c.‎ SD YPPK Piahar

Sekolah menyampaikan informasi, berdialog dan evaluasi kegiatan BDR ke orangtua , dan ‎menghasilkan kesepakatan kombinasi Daring dan Luring. Sekolah mengambil kebijakan ‎pemmberian materi dan tugas dengan guru membuat Modul pembelajaran dan siswa kelas ‎‎1 masuk dibagi 2 kelompok dengan diselangseling harinya (Senin kelompok 1 dan Selasa ‎kelompok 2, dst.)‎


d.‎ SD Inpres 1 Wagom

Sekolah mengkomunikasikan kegiatan BDR dan menerima masukan dari orangtua. Sekolah ‎membuat LKS dan mengantar ke siswa bila ada yang pesan, guru membuat video ‎pembelajaran utk menjelaskan materi dan tugas, guru berkunjung ke rumah siswa ‎mengikuti program Ibu Pertiwi Memanggil yang dilaksanakan RRI Fakfak.‎


e.‎ SD YPK Kapaurtutin

Sekolah mengkomunikasikan dan menerima masukan dari orngtua, dengan kesepakatan ‎siswa datang mengambil dan mengumpulkan tugas secara bergiliran. Berencana membuat ‎modul/lks, karena memang bagus daripada membagi buku paket.‎


f.‎ SD Inpres Tanama

Sekolah masih libur, merencanakan pertemuan dengan orangtua untuk membahas ‎pembelajaran di sekolah dengan pengaturan jadwal masuk.‎


G.‎ Kesimpulan ‎

Sesuai hasil data instrumen dan wawancara sekolah sudah melakukan persiapan BDR sesuai ‎kemampuan dan kondisi warga sekolah. ‎

Hal-hal yang sudah dilakukan:‎

‎1.‎ Kordinasi dengan orngtua

‎2.‎ Persiapan BDR

‎3.‎ Pembuatan Modul

‎4.‎ Pembuatan LKS

‎5.‎ Melalui RRI

‎6.‎ Kombinasi Daring/Luring


Hal-hal yang belum dilakukan:‎

‎1.‎ Ada sekolah yang masih monoton dalam melaksanakan kegiatan BDR.‎

‎2.‎ Masih ada kendala-kendala  fasilitas yang belum ada solusinya, Seperti Hp, Jaringan dan Kuaota ‎data.‎

‎3.‎ Kemampuan Kepala sekolah dan guru masih ada yang belum dikembangkan.‎


Saran :‎

‎1.‎ Sekolah mencari solusi terbaik menghadapi kendala-kendala dialami dengan cara ‎mengkordinasikan dengan guru, orangtua dan pihak terkait.‎

‎2.‎ Guru harus melaksanakan tugasnya sesuai kemampuan, berkreatif dan inovasi, serta optimis ‎terhadap perubahan-perubahan regulasi.‎

‎3.‎ Pihak terkait untuk lebih memperhatikan dan memberikan pertimbangan/solusi kepada sekolah ‎untuk melakukan perubahan sesuai regulasi dan kemampuan sekolah.‎

‎4.‎ Orangtua peserta didik agar berpikir positif terhadap kebijakan sekolah dan pemerintah, ‎sehingga meningkatkan kemampuan belajar siswa/anaknya.‎


Terlampir ;‎

‎1.‎ Dokumen instrumen

‎2.‎ Rekaman wawancara

‎3.‎ Foto kegiatan


Demikian laporan kegiatan Monitoring Persiapan Belajar Dari Rumah (BDR) di Distrik Pariwari, mohon ‎masukan dan terimakasih.‎


Fakfak, 28 Juli 2020‎

Pengawas Sekolah





Adrian Hindom, S.Pd.SD Agus Priyono, S.Pd.SD

NIP. 19610106 198510 1 001‎ NIP. 19690803 199602 1 002‎


Mengetahui

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. Fakfak




HERMANTO HOBROUW, S.Pd, M.Pd

NIP. 19650430 198610 1 005‎









LAMPIRAN





























SD INPRES 1 WAGOM

             

               


 SD INPRES 2 WAGOM 

      

     

 

SD INPRES 2 WAGOM

  


‎    SD YPPK PIAHAR  ‎

  

  


SD YPK KAPAUTUTIN





Metode Pembelajaran Masa Covid 19

METODE PEMBELAJARAN DIMASA PANDEMI COVID 19 1. Strategi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas PTM terbatas dapat dilakukan jika mendapat...